===

loading...
Loading...

SUARABMI.ID - Penyebaran virus corona di Indonesia membuat gubernur Jawa Timur mengeluarkan surat edaran peningkatan kewaspadaan Covid-19. Surat edaran tersebut disampaikan untuk kepala daerah yakni bupati / walikota se Jawa Timur.

‌Isi surat edaran itu di antaranya, memberikan edukasi yang benar dan menenangkan masyarakat terkait isu corona yang telah menjadi darurat dunia. Kemudian, kepala daerah diminta untuk menggerakkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap Covid-19. 

Ketiga, melakukan survei ketat terhadap kunjungan pasien dengan gejala demam, batuk, dan sesak nafas apalagi didukung dengan adanya riwayat bepergian dari negara terjangkit. 

‌Keempat, menyiapkan fasilitas dan sumber daya manusia yang ada untuk pelayanan pasien infeksi Covid-19. 

Kelima, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yaitu dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan memfasilitasi seluruh sarana CTPS di ruang publik seperti tempat bermain, taman, ruang tunggu terminal, stasiun dan lain sebagainya. 

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo membenarkan adanya surat edaran yang telah diterima pihaknya.
[ads-post]
"Kita Sikapi dengan melakukan beberapa langkah, diantaranya kita minta agar masyarakat semakin meningkatkan hidup bersih," kata Maryoto, Sabtu (14/03) siang melalui jaringan seluler.

Kemudian, untuk memastikan Covid-19 tidak masuk ke kota marmer, Maryoto meminta agar para buruh Migran (TKI /TKW) yang berada di luar negeri jika pulang ke kampung halaman agar bersedia memeriksakan diri.

"Ini juga kita sampaikan pada puskesmas, staf kesehatan dan kepala desa agar setiap warga kita yang datang dari luar negeri didatangi dan diberi kesadaran agar bersedia diperiksa kesehatannya," ungkapnya.

Jika diketahui TKI dan TKW tersebut mengalami gejala sakit, Maryoto meminta agar dilakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan bahwa yang bersangkutan diketahui penyakitnya.

"Jangan sampai malah kena stigma buruk, kemudian terjadi diskriminasi pada warga kita hanya karena baru pulang dari luar negeri yang terdampak Covid-19 ini," terangnya.

Karena Tulungagung bukan daerah yang menjadi tujuan utama wisatawan asing seperti Solo, Bali atau Jogjakarta, Bupati Maryoto mengaku belum akan memberikan arahan agar terjadi pembatasan kegiatan dan penutupan sekolah.

"Kita masih sebatas waspada, selama ini belum ada kejadian. Namun, kewaspadaan terus kita pantau agar masyarakat kita tidak panic buying dan melakukan pencegahan pada penyakit secara benar," jelasnya. 

sumber: jatimtimes

Tindak Lanjuti Intruksi Gubernur Jatim, Bupati Tulungagung Minta TKI/TKW Yang Baru Pulang Kampung Periksa Kesehatan

Diberdayakan oleh Blogger.