===

loading...
Loading...

SUARABMI.ID - Seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) Migran yang masih memakai gelang karantina di tangannya, mengaku diputus kontrak dan diusir dari rumah majikan sebelum datang ke Departemen Imigrasi Wan Chai untuk meminta bantuan, Jum’at (20/3/2020).

Dikutip dari Stand News, seorang PRT Migran yang mengaku dipecat dan diusir majikannya dari rumahnya saat dia sedang dikenakan kewajiban untuk mengkarantina diri karena baru kembali ke Hong Kong datang ke bagian visa untuk PRT Migran di lantai tiga Imigrasi Wan Chai, untuk meminta bantuan. Kemudian oleh petugas diminta menghubungi Departemen Kesehatan (CHP) segera. 

Namun, setelah menerima bantuan, CHP dan akan diantar kembali ke rumah majikan, PRT Migran tersebut mengaku bahwa dia telah dipecat dan kehilangan tempat tinggal. Departemen Kesehatan menyarankan agar dia pergi ke Departemen Urusan Sipil untuk meminta bantuan. Pada akhirnya, PRT Migran tersebut pergi, dan petugas imigrasi tidak dapat menemukan keberadaannya. 
[ads-post]
Ketika dihubungi media, Departemen Dalam Negeri menjawab bahwa Departemen Imigrasi belum menerima pertanyaan tentang insiden tersebut, dan insiden seperti yang dialami PRT Migran tersebut memang harus ditangani oleh Departemen Kesehatan. 

Sementara itu ketika dihubungi mengenai insiden yang terjadi, Zhang Zhujun, direktur Pusat Penyakit Menular dari Pusat Perlindungan Kesehatan, mengatakan bahwa dia tidak memiliki informasi yang relevan, dan bahwa manajemen pusat karantina berada di bawah tanggung jawab kelompok rekan kerja yang lain. 

Pihak media lokal berusaha membuat pertanyaan ke Departemen Imigrasi, Departemen Kesehatan, polisi dan masalah ini. Namun hingga berita ini diturunkan tidak ada jawaban yang diberikan. 

Dapat dipahami bahwa selama proses membantu PRT Migran, pihak-pihak terkait juga menelepon polisi, tetapi polisi mengatakan bahwa insiden tersebut tidak ada hubungannya dengan polisi.

migranpos

Seorang PRT Migran yang Sedang Menjalani Wajib Karantina Diputus Kontrak Oleh Majikan

Diberdayakan oleh Blogger.