===

loading...
Loading...

SUARABMI.ID - Sejak kasus coronavirus terus meningkat hingga akhirnya ada seorang perawat asing yang terkena COVID-19 di Taiwan, beredar kabar bahwa para agensi dan majikan pun mulai meminta para perawat migran asing. Para perawat asing, khususnya yang bekerja di rumah diminta untuk terus waspada, bahkan meminta mereka untuk tidak libur sementara atau jam keluar dari tempat bekerja dan rumah dibatasi. Benarkah?

Berdasarkan hasil wawancara dan berbagai laporan terkait virus corona SARS-CoV-2, hal ini tidak lepas dari hasil studi bahwa virus corona ini cukup berbahaya bagi mereka yang telah ‘berumur’ dan memiliki kerentanan kesehatan atau memiliki penyakit penyerta.

Dilansir dari newscientist, anak-anak memiliki kerentanan yang sama dengan orang dewasa, tapi memiliki gejala yang lebih ringan dan lebih cepat pulih. Sementara, berdasarkan studi lainnya, virus corona ini dapat membuat orang yang memiliki kerentanan kesehatan atau lanjut usia terancam bahaya lebih tinggi.
[ads-post]
Di Taiwan sendiri, telah ada kasus dimana pasien positif COVID-19 ternyata tidak bergejala. Oleh karena itu, untuk mengurangi kemungkinan para perawat migran menjadi carrier pembawa dari virus ini, kegiatan di luar rumah bagi para perawat migran asing pun kini dibatasi.

Hal ini tidak lain karena para perawat migran asing umumnya harus mengurus para lansia atau mereka yang memiliki kebutuhan khusus di rumah majikan masing-masing. Jika para perawat tersebut terinfeksi virus, pasien yang dirawat akan memiliki resiko tinggi tertular dan mengancam keselamatan jiwa mereka.

Seorang pekerja migran mengatakan, sebagian besar teman-temannya kini tidak diperbolehkan untuk libur sendirian atau bersama teman-teman. Jika pun mereka pergi ke luar rumah, umumnya hanya untuk keperluan yang cukup mendesak seperti mengirim uang atau membeli kebutuhan sehari-hari. Ada pula yang masih bisa pergi ke luar untuk wisata, tapi wajib bersama majikan dan dalam grup kecil.

Saat para perawat ini keluar rumah, sebagian besar majikan akan selalu berpesan agar pekerjanya tidak pergi ke tempat yang terlalu ramai dan jauh. Mereka pun diminta untuk mengetahui dengan jelas dengan siapa saja mereka kontak atau bepergian.

Pembatasan permintaan untuk tidak libur atau membatasi diri keluar rumah ini berlaku sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan, yaitu hingga situasi kondusif.

nihaoindonesia

Perawat Migran Asing Taiwan Termasuk TKI Diminta Tidak Libur? Ini Faktanya

Diberdayakan oleh Blogger.