===

loading...
Loading...

SUARABMI.ID - Menurut kebiasannya, setiap menjelang lebaran ada sekitar 3ribu sampai 4ribu TKI asal Tulungagung pulang kampung. Melihat perkembangan penyebaran korona akhir - akhir ini, Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, Supriyanto meminta Satgas agar membatasi kepulangan para TKI ke Tulungagung.

Supriyanto meminta agar Satgas penanganan penyebaran Corona di Tulungagung yang baru dibentuk, membuat kebijakan. Yakni mempertimbangkan untuk membuat arahan, agar TKI tidak pulang dulu ke Tulungagung. Tentu kebijakan ini berlaku hingga batas waktu yang dianggap aman.

Supri menyebut, virus Corona bisa bertahan di benda benda yang acap kali bersentuhan dengan manusia, mulai dari pakaian, gagang koper, dan benda benda lainnya.

“Nanti kalau pakaiannya dibuka di rumah terus menyebar ke keluarganya, belum lagi pegangan kopernya, belum lagi benda yang lain,” terangnya.
[ads-post]
Pihaknya menjelaskan, bisa saja TKI yang baru pulang dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala Corona. Namun sebenarnya di dalam tubuhnya sudah ada virus yang bersemayam. Ini bisa terjadi, karena daya tahan tubuhnya tinggi maka tidak menimbulkan gejala klinisnya.

Kemudian setelah menempel di pakaian, gagang koper dan lain lain sesuai dengan data medis bisa bertahan 9 sampai 10 jam, bahkan jika pada permukaan besi bisa bertahan lebih lama.

“Apalagi di dalam perjalanannya ber AC suhunya dingin, virusnya bisa bertahan di suhu tersebut, makanya kita imbau agar tidak pulang dulu” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Yumar, membenarkan bahwa berdasarkan data yang dimilikinya mulai 01 Maret sampai tanggal 16 Maret 2020 ini sudah terdapat 60-an TKI asal Tulungagung yang pulang kampung. Nama-nama mereka sudah diserahkan kepada Dinas Kesehatan untuk didata lebih lanjut.

“Kami menyerahkan penanganannya kepada Dinas Kesehatan yang melakukan surveillance,” pungkasnya.

sumber: nusadily

Cegah Korona, TKI Asal Tulungagung Jangan Pulang Kampung Dulu

Diberdayakan oleh Blogger.