Loading...

SUARABMI.COM - Kondisi Indonesia dengan kasus Covid-19 yang masih berlanjut membuka hati para WNI dan TKI yang ada di Korea Selatan yang beberapa waktu lalu juga darurat Covid-19 untuk ikut berpartisipasi menyumbang Indonesia agar segera keluar dari musibah ini.

Mereka yang berada di Korea menggalang dana agar Covid-19 di Indonesia segera tertangani dengan baik dan sampai hari ini sudah terkumpul dana sekita 200juta yang siap dipulangkan ke Indonesia.

"Updated Donasi COVID-19 u/ INDONESIA Per 22:40 Waktu Korsel Terkumpul Rp 195.128.100,18
Dari WNI Di Korea, Allah bersama KITA" tulis Junaidi Al-Fais.
[ads-post]
Dana galangan ini diharapkan bisa membantu Indonesia keluar dari krisis Covid-19 dan juga membantu pihak - pihak yang membutuhkan karena kondisi Indonesia saat ini makin mengkuatirkan.

Di Indonesia sendiri sudah banyak artis dan milyarder yang juga ikut serta galang dana membantu mereka yang kesulitan, bahkan pemerintah sendiri melalui Jubir menkes mengajurkan yang kaya membantu yang miskin agar tetap bsia hidup normal ditengah situasi seperti ini.

Semoga Indonesia segera kelaur dari musibah ini menjelang ramadhan dan idul fitri dan kita semua bisa merayakan idul fitri bersama keluarga kita dirumah.

SUARABMI.ID - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang baru pulang dari Hong Kong mendadak pingsan di pinggir jalan Kampung Kandangan Desa Krajan Kulon Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut merasa khawatir dan ketakutan untuk menolong dan membiarkannya tergeletak di pinggir jalan, Selasa (31/3)

Sebelum pingsan, TKW yang diketahui bernama Sri Lestari warga Desa Bumiayu Kecamatan Weleri Kendal ini sempat mengabarkan kakaknya jika dirinya sudah tidak kuat dan akhirnya pingsan.

Polisi yang menerima laporan tidak memperbolehkan siapapun mendekati korban menunggu petugas kesehatan 119 datang dan menanganinya.

Kerabat korban, Suprapto, mengatakan, Sri dua pekan lalu pulang dari Hongkong dan mengatakan sempat menjalani isolasi di Bandara Soekarno Hatta.
[ads-post]
"Dia pulang dua pekan lalu dan sempat menjalani pemeriksaan di bandara Jakarta dan diisolasi. Tadi pagi sempat ngontak kakaknya dan minta dijemput di depan Polsek Kaliwungu karena sudah tidak kuat lagi. Saat kakaknya datang ke depan Polsek Kaliwungu, korban malah sudah tergeletak di jalan kampung,” katanya.

Slamet, teman korban yang mengantarkan dari Jakarta hingga Semarang mengatakan, dua pekan yang lalu pulang dari Hong Kong dan minta dijemput.

"Selama dua pekan ini korban tinggal bersama saya dan sudah menikah secara siri. Selama tinggal dengannya korban tidak pernah mengeluh sakit tapi hanya sering melamun mikirkan anaknya yang ada di Kaliwungu,” katanya.

Setelah diperiksa, korban dinyatakan mengalami kurang gula darah dan tekanan darahnya rendah. Korban yang siuman akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Soewondo Kendal untuk mendapatkan perawatan.

rmol.jateng

SUARABMI.COM - residen Joko Widodo (Jokowi) berharap agar tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sedang berada di luar negeri agar tidak pulang. Pemerintah juga memastikan akan mengirimkan bantuan sembako bagi TKI yang ada di luar negeri dan terdampak kebijakan pemerintah negara masing-masing.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai mengikuti rapat terbatas dengan tema Penanganan Arus Masuk WNI dan Pembatasan Perlintasan WNA melalui video conference, Selasa (31/3/2020).

Dia mengatakan, pemerintah tidak memiliki program untuk memulangkan TKI dari luar negeri. Justru pemerintah berusaha menahan mereka agar tidak pulang ke Indonesia sementara waktu.

"Intinya untuk kepulangan ini sifatnya sukarela dan kita justru berusaha menahan mereka agar tidak pulang. Karena sesuai pesan Pak Presiden tugas kita menjaga keselamatan WNI baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Kalau yang di luar negeri masih aman sebaiknya di sana dulu, tidak usah pulang," tuturnya.
[ads-post]
Untuk memberikan jaminan keamanan bagi TKI yang ada di luar negeri, Jokowi menyetujui usulan diberikannya bantuan sosial kepada TKI yang ada di luar negeri terutama di Malaysia. Bantuan sosial yang disepakati adalah pengiriman kebutuhan sembako untuk TKI yang bekerja harian.

"Tadi Pak Presiden sudah memberikan arah menyetujui kita akan kirimkan bantuan sosial ke WNI yang ada di Malaysia. Terutama bagi mereka pekerja harian, buruh harian yang terdampak kebijakan pemerintah Malaysia yakni MCO (movement control order)," terangnya.

Sembako tersebut nantinya akan dikirim menggunakan alat transportasi milik TNI. Kemudian TNI akan bekerjasama dengan tentara Malaysia untuk meneruskan bantuan sembako itu ke TKI yang ada di Malaysia.

"Akan kita kirim sembako dan bantuan kebutuhan pokok lain. Nanti untuk pengirimannya akan menggunakan fasilitas transportasi dari TNI dan TNI akan menjalinkan kerjasama dengan tentara di Raja Malaysia untuk angkutan daratnya di Malaysia," tutupnya.

detiknews
Diberdayakan oleh Blogger.