SUARABMI.COM - Dua orang tenaga kerja Indonesia di Hongkong, Herlina Supriyati dan Nur Khimatul Kharisoh disidangkan hari ini di Eastern Magistrates Courts dengan tuduhan berjualan tanpa ijin atau berjualan ilegal dan pelanggaran visa kerja.

Herlina Supriyati, TKW asal Lampung dan Nur Khimatul Kharisoh keduanya akan disidangkan dalam pengadilan yang sama dan tuduhan yang sama.

Disamping kedua BMI yang diadili karena berdagang, ada empat BMI lain di Hong Kong yang hari ini juga menghadapi persidangan. Mereka adalah Nur Aisyah, Aprilia Ningsih Susanti, Siti Sulastri, dan Nurhayati.

Nur Aisyah diadili di Kwuntong Magistrates Court’s dengan tuduhan tinggal secara ilegal atau overstay di Hong Kong. Perkara yang membelit Nur Aisyah ini terdaftar dengan nomor kasus STCC444/2019.
[ads-post]
BMI kedua yang diadili di pengadilan yang sama yaitu Aprilia Ningsih Susanti. BMI Asal Malang ini juga menghadapi tuduhan yang sama dengan Nur Aisyah, yaitu tuduhan pencurian. Perkara Aprilia, di pengadiln Kwuntong terdaftar dengan nomor kasus STCC445/2019.

Sedangkan BMI ketiga yang diadili di pengadilan Kwuntong hari ini adalah Siti Sulastri. Sama dengan kedua BMI sebelumnya (Aprilia dan Nur Aisyah), Siti Sulastri yang di Pengadilan Kwuntong terdaftar dengan nomor kasus KTCC374/2019 juga menghadapi tuduhan pencurian.

Masih ada satu lagi BMI yang hari ini disidangkan. Di Jadwal persidangan pengadilan Tuen Mun, Nurhayati terdaftar sebagai salah satu yang akan diadili hari ini. Nurhayati yang terdaftar dengan nomor kasus TMS13092/2018 disidangkan dengan tuduhan mangkir dari kewajiban membayar hutang.

apakabar

Tertangkap Saat Jualan Dihari Libur, 2 TKW Hongkong Diadili Hari ini dan 3 BMI Lainnya Dengan Tuduhan Pencurian, Tak Membayar Hutang dan Overstay

Diberdayakan oleh Blogger.
close