SUARABMI.COM - Seorang mantan TKW bernama Warti (58) warga Desa Tanggung RT 02 RW 01 Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung melapor ke polisi. Dalam laporan yang disampaikan, dirinya melaporkan Roni (45) warga Dusun Pundensari Desa/Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung karena diduga memalsukan tanda tangan atas tanah miliknya.

"Laporan yang masuk dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasubag Humas AKP Sumaji Jumat (08/03) siang.

Lanjut Sumaji, sekira tahun 1996 Warti bekerja di luar negeri dan mempunyai sebidang tanah yang berlokasi di Dusun Pundensari Desa Rejotangan dengan Nomor Sertifikat tanah No. 608. "Kemudian sekira tahun 1997-1998 tanah milik pelapor dijual tanpa persetujuan korban oleh suaminya tanpa sepengetahuan pelapor," ungkap Sumaji.

Suami Warti yang menjual tanah itu bernama Heru Priwanto yang kini berdomisili di Kalimantan. Saat itu, menurut keterangan dalam laporan, Heru menjual tanah pada Nur dan kemudian Nur menjual tanah itu ke adiknya bernama Roni.

Selanjutnya sekira bulan Juni 2018, Roni mendatangi rumah Warti dengan tujuan untuk meminta tanda tangan untuk tanda tangan jual beli namun oleh Warti dijawab tidak bisa.
[ads-post]
"Saat ditanya dijawab tidak bisa tanda tangan dikarenakan pada saat itu tanah tersebut tidak dijual," jelasnya.

Dari jawaban Warti, Roni mengatakan akan kembali setelah lebaran. "Selanjutnya sekira bulan Januari 2019 terlapor datang kembali kerumah pelapor bersama perangkat desa untuk kembali minta tanda tangan jual beli," jelas Sumaji.

Perangkat desa yang diketahui bernama Asiyono berusaha menjelaskan jika walaupun tanpa tanda tangan oleh Warti surat jual beli tanah masih bisa dilanjutkan.

"Kemudian oleh pelapor dijawab bagaimana bisa orang saya tidak tanda tangan kok bisa itu namanya penipuan," cerita Sumaji sebagaimana disampaikan Warti.

Bahkan, Warti ditawari uang sebesar Rp 10 juta agar dirinya mau tanda tangan, namun Warti menolak.

"Anehnya, bulan Februari pelapor mengetahui jika tanah itu sudah bersetifikat atas nama terlapor," kata Sumaji.

Karena telah merasa menjadi korban pemalsuan tanda tangan akhirnya Warti melaporkan ke Polres Tulungagung guna proses hukum lebih lanjut.

Dari peristiwa itu, Warti mengaku mengalami kerugian sekitar Rp. 150.000.000,-. "Laporan kita terima dan masih kita lakukan penyelidikan," pungkasnya.
 
jatimtimes

Tanah Dijual Oleh Suaminya Saat Ia Diluar Negeri Tanpa Sepengetahuan Istri, Eks TKW Ini Lapor Polisi Atas Tuduhan Tanda Tangan Palsu

Diberdayakan oleh Blogger.
close