SUARABMI.COM - Ribuan surat gugatan cerai dari para TKW untuk para suaminya mengantri di berbagai wilayah Indonesia terutama didaerah - daerah yang banyak warganya menjadi TKW dan TKI.

Dari sekian banyak gugatan yang paling mendominasi adalah gugatan dari istri di luar negeri, adapun jika suami di luar negeri, tidaklah begitu banyak yang melakukan perceraian, karena para lelaki cenderung cuek dan masa bodoh dengan status.

Alasan perceraian mereka juga beragam namun dapat disimpulkan dalam beberapa hal ini. Diantaranya tidak bisa memberi nafkah atau penghasilan tidak cukup, perselingkuhan, dan suami dituduh tidak bertanggung jawab.

Penggugat, dalam hal ini istri yang bekerja di luar negeri, dengan posisi yang memiliki uang, mampu membayar jasa pengacara untuk memuluskan keinginannya, sedangkan tergugat dalam hal ini suami yang dikampung halaman menghadapi seorang diri tanpa bantuan siapapun lantaran tidak mampu membayar pengacara sebagaimana yang dilakukan istrinya.
[ads-post]
Nah, dalam kasus gugat cerai ini, salah satu pihak yang berperan besar adalah pengacara. Lebih dari 20 orang pengacara yang menangani kasus perceraian rumah tangga pasangan pekerja migran, saat ditanya kasus apa saja yang pernah ditangani, sebagian besar menyatakan hanyalah kasus perceraian rumah tangga pasangan BMI berikut masalah turunannya. 

Upah yang mereka terima atas jasa tersebut ternyata sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, rata - rata biaya yang harus dikeluarkan demi sepucuk surat cerai diatas 8 juta rupiah bahkan banyak yang diatas 10 juta rupiah.

Bahkan para pengacara mengaku belum pernah menangani permasalahan pekerja migran selain perceraian, misalnya pekerja migran yang menjadi korban perdagangan orang, pekerja migran yang berselisih dan dikorbankan PPTKIS yang mengirimkan maupun segunung permasalahan pekerja migran lainnya.

Proses perceraian melalui pengacara ini juga sering kali tidak pernah melihat latar belakang secara gamblang, bahkan ada uang surat pun datang. Apapun alasannya, asal BMI mau membayar pengacara, sudah dapat dipastikan 100 surat cerai datang.

Nah, masihkan kita akan korbankan keluarga kita karena kita merasa sudah sukses diatas angin hingga tak butuh lagi suami? Pikirkan baik - baik.

Sudah Mengikuti Keinginan Istri, Tapi Malah Digugat Cerai - Itulah Nasib Sebagian Suami Para TKW

Diberdayakan oleh Blogger.
close