SUARABMI.COM - Seorang petugas keamanan di Singapura divonis 10,5 tahun penjara karena berulang kali menc4buli dan memperk0sa seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia. Pemerk0saan itu dilakukan setelah TKI ini menolak ajakan menikah yang disampaikan petugas keamanan itu.

Seperti dilaporkan The Straits Times dan dilansir The Star, Selasa (19/3/2019), PRT itu diketahui bekerja untuk keponakan pria paruh baya ini. Identitas pria yang berusia 53 tahun ini tidak diungkap untuk melindungi identitas korban, yang juga tidak disebut identitasnya. Korban disebut sebagai PRT asal Indonesia berusia 26 tahun.

Dalam persidangan, terdakwa mengaku bersalah atas satu dakwaan pemerk0saan dan satu dakwaan serangan s*ksual dengan penetrasi. Dua dakwaan penc4bulan dan kekerasan s*ksual menjadi pertimbangan saat penjatuhan vonis.

Diungkapkan dalam persidangan bahwa terdakwa kerap menginap di apartemen keponakannya, yang tinggal bersama tiga anaknya dan si PRT. Terdakwa juga mengaku 'menyukai' si PRT setelah beberapa bulan dia bekerja untuk keponakannya. Terdakwa mencoba mendekati dan melamar si PRT, namun ditolak. PRT itu beralasan dirinya sudah bersuami. TKI tersebut diketahui menganggap terdakwa sebagai majikannya dan memanggilnya 'Pakcik'.
[ads-post]
Hingga akhirnya pada 18 November 2017, korban dan terdakwa hanya berdua saja di apartemen. Pemerk0saan terjadi pada saat itu setelah terdakwa masuk ke kamar korban dengan hanya memakai handuk.

"Karena berat badan terdakwa juga cara korban ditahan oleh terdakwa, korban tidak berdaya untuk meloloskan diri meskipun berupaya sekuat tenaga untuk melawan dan mendorong terdakwa," sebut jaksa Raja.

Usai melakukan pemerk0saan, terdakwa memberikan anting-anting kepada korban dan meminta untuk melaporkannya ke pihak berwajib. Setelah itu, terdakwa tidur siang. Saat itulah, korban melarikan diri dan meminta tolong kepada seorang pejalan kaki untuk membantunya menghubungi polisi setempat. Tak lama kemudian, terdakwa ditangkap polisi.

Saat menjatuhkan putusan, hakim Audrey Lim menyebut dirinya mempertimbangkan fakta bahwa terdakwa mengaku bersalah, namun tetap menilai bahwa 'pesan jelas harus disampaikan'. Hakim Lim menjatuhkan vonis 10 tahun 6 bulan terhadap terdakwa dalam persidangan pada Senin (18/3) waktu setempat.

Menolak Dijadikan Istri, TKW Indonesia Ini Dipaksa Layani Nafsu Bejat Satpam Singapura - Akhirnya Pria Itu Dihukum 10 Tahun Penjara

Diberdayakan oleh Blogger.
close