SUARABMI.COM - Hong Kong memastikan tidak akan mempekerjakan Pekerja Rumah Tangga (PRT) migran untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja di panti-panti jompo. Hal ini disampaikan oleh Law Chi-kwong, Sekretaris perburuhan dan Kesejahteraan Hong Kong.

Alasan utama dari keputusan itu adalah hukum-hukum yang berlaku dan kondisi-kondisi keimigrasian Hong Kong melarang PRT migran untuk melakukan pekerjaan selain menjadi pekerja rumah tangga.

“Mereka tak bisa berbalik dan menaji buruh impor, jadi hal ini tidak akan terjadi,” ujar Law kepada SCMP, Sabtu (9/3/2019).
[ads-post]
Meski demikian pemerithan Hong Kong mengakui bahwa terjadi kekurangan tenaga kerja di panti jompo, dan akan mempertimbangkan untuk menggunakan tenaga buruh impor di masa depan.

“Telah terjadi kekurangan tenaga perawat dan pekerja lainnya di panti-panti jompo,”
tambahnya

Sebelumnya ramai diberitakan bahwa pemerintah Hong Kongt akan memeprtimbangkan menggunakan PRT migran untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja sebagai perawat orang tua di panti jompo yang di subdisi oleh pemerintah.

Sementara masih ada belum perkembangan terbaru dari skema pelatihan yang dilakukan oleh Departemen Perburuhan dan Kesejahteraan Hong Kong, yang bermaksud menggunakan pelatihan tersebut untuk melatih PRT migran bagaimana merawat orang tua.

suaraHK

Mendadak Hong Kong Batalkan Upgrade PRT Migran Jadi Caregiver, Ini Alasannya

Diberdayakan oleh Blogger.
close