Seorang Pembantu Rumah Tangga yang dipekerjakan untuk merawat dan memberi makan ibu lansia majikannya yang berusia 88 tahun, diketahui menamparnya tiga kali ketika nenek penderita demensia itu menolak untuk makan dan meludah ke makanannya.

Pembantu Rumah Tangga yang diketahui merupakan Buruh Migran Indonesia (BMI) bernama Tarminah, juga menarik telinga kanan nenek tersebut sebanyak dua kali dan berhenti hanya ketika nenek yang setiap harinya bergantung pada kursi roda mendorong tangannya.

Majikannya, Quah Cheng Yip (64), menyaksikan perbuatan tarminah secara langsung di telepon genggamnya yang tersambung ke kamera pengawas dirumah Ibunya tersebut (CCTV).

Dia menonton secara real-time rekaman Tarminah yang melakukan pelanggaran pada 7 Agustus tahun lalu, di Jurong West. Ms Quah memberitahu polisi dan Tarminah pun ditangkap.

Tarminah( 38 ), dipenjara selama empat bulan pada hari ini, Rabu (13 Maret 2019 ) setelah mengaku bersalah atas tuduhan serangan.
[ads-post]
Dikutip dari The Straitstimes,Wakil Jaksa Penuntut Umum Ng Jun Chong mengatakan bahwa BMI itu telah ditugaskan untuk membantu merawat Nyonya Sim.

Tarminah menjadi marah ketika memberi makan nenek itu dan menyerangnya.

DPP mengatakan kepada Hakim Distrik Ong Chin Rhu: "Sambil menyeka mulut korban, terdakwa menampar korban dua kali di pipi kanannya sebelum menamparnya sekali lagi di pipi kirinya, menyebabkan tubuh korban sakit.

"Terdakwa kemudian menyeka wajah korban dengan selembar kain sebelum menarik telinga kanan korban dua kali. Terdakwa hanya berhenti menarik telinga korban ketika korban mendorong tangannya."tambahnya.

Setelah serangan itu, Nyonya Sim dibawa ke Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong di mana dia ditemukan memiliki lengan kiri yang memar.

Untuk kasus penyerangan, Tarminah bisa saja dipenjara hingga dua tahun dan didenda hingga S$ 5.000.

situskartini

Menampar Nenek dan Meludahi Makannya, Seorang TKW Indonesia Diganjar 4 Bulan Penjara

Diberdayakan oleh Blogger.
close