SUARABMI.COM - Pemilih di beberapa negara sudah ada yang menyalurkan hak konstitusionalnya pada Pemilu 2019 lebih awal, sebagaimana BMI di Hongkong dan Taiwan.

Mereka menyalurkan hak pilihnya lewat pengiriman pos lantaran banyak yang berdomisili jauh dari lokasi tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN).
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan Pemilu TPSLN memang dilakukan lebih cepat satu minggu dari Indonesia, yakni rentang tanggal 8 hingga 13 April 2019.

"Memang sudah mulai, karena memang sudah dikirim jauh-jauh hari pada 8 Maret. Jadi ada beberapa negara yang punya pos, ada yang ke TPSLN langsung," kata Komisioner KPU RI Ilham Saputra di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (22/3/2019).
[ads-post]
Sayangnya, beberapa dari mereka yang sudah mencoblos malah memamerkan surat suara tersebut ke media sosial. Hal itu disayangkan Ilham karena dikhawatirkan dapat memicu potensi transaksi politik uang.

Potensi politik uang yang ia maksud adalah kemungkinan foto dari surat suara tercoblos itu bisa mempengaruhi pilihan mereka yang belum mencoblos.

Selain itu, dikhawatirkan muncul potensi transaksi politik pascabayar seperti yang sebelumnya dikemukakan Bawaslu RI.
Yakni transaksi politik uang dengan cara memfoto surat suara tercoblos sebagai bukti untuk menebus hadiah dari pihak tertentu yang telah dijanjikan sebelumnya.

KPU RI sendiri sebelumnya juga sudah melarang para pemilih membawa segala bentuk gadget ke bilik suara. Alasannya untuk menghindari transaksi politik uang pascabayar tadi.

KPU Peringatkan Agar TKI yang Sudah Nyoblos Tak Pamerkan Surat Suara Tercoblos Di Media Sosial, Ini yang Akan Terjadi Jika Dilanggar

Diberdayakan oleh Blogger.
close