SUARABMI.COM - Seorang anak berusia tiga tahun bernama Nur Aisyah Aleya ditemukan tewas di hutan di pulau liburan Langkawi, Malaysia beberapa hari lalu. Kematian anak wanita asal Indonesia itu dipicu cinta segitiga sang ibu dengan pria beristri.

Kematian tragis Nur Aisyah Aleya bermula saat ibunya yang bekerja di salah satu restoran di Penang bertemu  seorang pria beristri berusia 37 tahun. Mereka kemudian berselingkuh. Sang pria bahkan bertindak nekat dengan membawa ibu satu anak itu ke rumahnya. Kepada sang istri yang seorang perawat rumah sakit pemerintah, pria itu mengaku membawa ibu yang diduga TKW itu ke rumah mereka untuk menjadi pembantu.

Kepala kepolisian distrik Langkawi, Mohd Iqbal Ibrahim mengatakan penyelidikan awal mengungkapkan bahwa ibu  asal Indonesia itu mengenal pria tersebut hanya sekitar satu bulan ketika ia mengunjungi restoran tempat ia bekerja di Penang.

Dia mengatakan pasangan itu berhasil merahasiakan perselingkuhan mereka selama dua bulan hingga akhir Januari ketika istrinya mengetahui bahwa suaminya memiliki hubungan intim dengan sang wanita yang bekerja di rumah mereka.

Pertengkaran sengit terjadi dan sang ibu diusir dari rumah dan akhirnya tinggal di sebuah restoran di Langkawi di mana dia menemukan pekerjaan. Namun Mohd Iqbal mengatakan, balita itu, Nur Aisyah Aleya, tidak diusir dan terus tinggal bersama pasangan yang sudah menikah, yang tidak memiliki anak.
[ads-post]
"Pada akhir Februari, ibu tunggal itu pergi ke rumah mereka dan mendapati bahwa putrinya tidak lagi bersama mereka. Mereka mengatakan kepadanya bahwa Nur Aisyah diberikan kepada orang lain untuk dirawat," katanya kepada wartawan, Kamis, 8 Maret.

Sang ibu kemudian mengajukan laporan pada 3 Maret. "Ketika kami pergi untuk menyelidiki, kami menemukan bahwa pasangan yang sudah menikah telah meninggalkan Langkawi dan kami dengan cepat membuat Nur Alert," kata Mohd Iqbal. Nur Alert adalah buletin nasional Malaysia yang diterbitkan ketika seorang anak hilang.

Poster anak yang hilang tersebar di media sosial dan ditempatkan di semua lembaga pemerintah dan beberapa lembaga swasta seperti bank. Polisi melacak pasangan itu dan pada hari Selasa menemukan mereka di sebuah homestay di Ampang, sebuah kota di Kuala Lumpur.

Setelah menangkap mereka, lelaki itu memandu para penyelidik kembali ke Langkawi dan mereka menemukan sisa-sisa jasad gadis itu di jurang. "Tubuhnya dimasukkan ke dalam koper dan dilemparkan ke jurang. Kami percaya dia meninggal pada pertengahan Februari dan saat kami menemukannya, yang tersisa hanyalah tengkorak dan potongan rambutnya,” jelasnya.

Tidak jelas bagaimana balita itu bisa sampai meninggal dunia. Menurut tersangka, anak itu hanya tiba-tiba kejang-kejang. "Para tersangka mengklaim gadis itu mengalami kejang di rumah mereka ketika mereka sedang bertengkar," kata Mohd Iqbal.

Pria dan istrinya telah dipenjara selama tujuh hari sejak Kamis, sementara pihak berwenang menyelidiki kasus itu.

Ibunya Terlibat Cinta Segitiga, Anak TKW di Malaysia Dilemparkan ke Jurang

Diberdayakan oleh Blogger.
close