SUARABMI.COM - Pengadilan Hong Kong akan menjatuhkan vonis kepada Chan Oi-fan (55), tersangka broker pernikahan palsu pada 28 Februari mendatang. Menurut Departemen Imigrasi Hong Kong, peristiwa ini merupakan kasus pertama yang melibatkan Pekerja Rumah Tangga (PRT) migran menjadi korban.

Dilansir oleh scmp.com, Sabtu (9/2/2019), dalam kasus ini PRT migran asal India dan Nepal dikenakan biaya pernikahan antara HK$40000-HK$150000. Pernikahan palsu ini digunakan oleh para PRT migran untuk mendapatkan Dependent Visa, yang bisa dipakai untuk tinggal dan bekerja di Hong Kong.

Memiliki visa dependent akan membuka peluang kerja yang lebih luas dan baik, semenjak mereka yang bekerja di Hong Kong dengan visa PRT hanya dapat bekerja di majikan dalam kontrak dan tidak memiliki hak residensi.
[ads-post]
Pihak Imigrasi menjelaskan, sindikat pernikahan palsu juga menarget warga laki-laki lokal dan menawarkan imbalan HK$60000 untuk melakukan pernikahan dengan PRT migran atau warga Tiongkok yang mau tinggal di Hong Kong.  Dilaporkan juga para laki-laki lokal itu tidak menerima uang dijanjikan kepada mereka setalah melakukan pernikahan.

Sejak Maret 2017, pihak yang berwenang telah menahan 17 pria dan 20 wanita yang terlibat dalam kasus ini.

“sindikat mendekati mereka untuk melakukan pernikahan palsu guna memperoleh visa dependen sehingga bisa melamar pekerjaaan secara bebas di Hong Kong,” ujar William Fung Pak-ho, asisten direktur bidang penegakan hukum departemen imigrasi

suara

Sindikat Pernikahan Palsu Incar TKW Hongkong - Awas Penjara Menanti

Diberdayakan oleh Blogger.
close