====

JANGAN LUPA INSTAL APP SUARA BMI DI PLAY STORE ATAU MELALUI LINK INI - BACA BERITA LEBIH RINGAN, MUDAH DAN CEPAT UPDATE ===>> APP SUARA BMI, atau WhatsApp

===

loading...
Loading...

SUARABMI.COM - Salah seorang mantan Buruh Migran Indonesia yang pernah bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Hong Kong, kini hanya bisa menangis sendirian di ranjangnya di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Jordan.

X (Inisial Samaran ) yang dulu teman-temannya yang dia anggap sebagai saudara perempuan semua menghilang ketika mereka mengetahui bahwa X sudah menderita penyakit HIV / AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). “Semuanya hilang. Tidak ada yang datang lagi, ” kata X saat diwawancara.

Dikutip dari Hong Kong News, diketahui X datang untuk bekerja ke Hong Kong pada tahun 2010 silam untuk bekerja sebagai pekerja rumah tangga .

Namun ia menjadi berstatus Overstay sejak tahun 2015 setelah majikannya mengakhiri kontraknya dan ia tak mencari pekerjaan baru secara resmi.

Bersama dengan teman-temannya, yang juga mantan pekerja rumah tangga, dia memutuskan untuk menjadi pekerja seks Komersial di daerah Wan Chai.

Untuk menghemat biaya hidup mereka, mereka menyewa sebuah flat dan hidup seperti saudara sambil menjual jasanya kepada pria hidung belang untuk bisa terus mengirim uang ke keluarga mereka di rumah.

Akun Facebook X dipenuhi dengan gambar-gambar glamor kehidupan malamnya di Hong Kong. Dia juga mencoba yang terbaik untuk terlihat cantik untuk menarik lebih banyak pelanggannya.

Bersama dengan temannya, Mawar juga mengajukan diri untuk menjadi Paperan (pencari Suaka ) di Hong Kong.

Namun semua berubah sejak  26 Desember 2018 lalu,X tiba-tiba pingsan di dalam flat yang ia huni bersama dengan teman-temannya.

Dia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Ruttonjee, di mana dokter mengatakan dia menderita pneumonia.
[ads-post]
Pada awalnya,X berpikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena ini musim dingin dan dia serta teman-temannya harus bekerja di bar Wan Chai sampai subuh.

Tetapi dua minggu kemudian, pneumonia tidak hilang. Mawar berkata bahwa dia mulai takut bahwa ada sesuatu yang salah.

Dia juga mengetahui bahwa pacarnya dari Jerman meninggal baru-baru ini karena komplikasi dari AIDS. "Apakah saya (terinfeksi) juga?" tanya X.

Dia mendapat konfirmasi pada pertengahan Januari tahun ini ketika dokter mengatakan bahwa dia positif HIV / AIDS.

X, yang semula hidup gemerlap dengan pakaian seksi dan sepatu hak tinggi, kini kurus, lemah, dan sepertinya sudah lama sakit.

Setiap hari, dia harus menelan sembilan pil, belum lagi menahan rasa sakit luar biasa ketika dokter mengambil sampel cairan dari tulang belakangnya.
Beberapa kali, dia harus dibawa ke ruang isolasi karena ketahanan tubuhnya terhadap penyakit telah turun ke tingkat yang berbahaya.

Tetapi X mengatakan hal yang paling membuatnya kesakitan adalah ketika teman-temannya meninggalkannya karena penyakitnya akibat AIDS.

Mereka tiba-tiba menghilang, bahkan tidak berani mengunjunginya. X  sekarang seperti orang asing di mata orang-orang yang dia perlakukan sebagai saudara perempuannya.

Beberapa kali, dia menjadi histeris ketika dia sendirian. Dia telah mencoba mengeluarkan jarum infus di tangannya. Kondisinya memburuk sehingga dokter memindahkannya ke Rumah Sakit Queen Elizabeth.

Sekarang tinggal masalah waktu saja. Keluarganya telah diberi tahu dan akan segera datang untuk mengucapkan selamat tinggal. "Berdoalah agar aku waras, Bu. Berdoalah, ” katanya di antara isak tangisnya. 

Veby Mega | Hong Kong News

Jadi 'Wanita Malam' di Wan Chai, Mantan BMI Kini Terbaring Lemah di Rumah Sakit Akibat Terjangkit HIV/AIDS

Diberdayakan oleh Blogger.