SUARABMI.COM - Malang benar nasib Femi, 40 tahun, yang dipecat majikannya di Yuen Long karena menderita sakit liver dan darah tinggi. 

Femi yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini baru tahu kontraknya diteriminit majikan setelah keluar dari Rumah Sakit Pok Oi pada Sabtu, 23/2/2019.

"Dia sudah mulai sakit sejak seminggu yang lalu, kakinya membengkak dan sampai akhirnya lapor ke majikan dank arena tekanan darahnya sampai 220 saat itu, dia langsung dirawat di rumah sakit," kata Maria, WNI yang mendampingi dan menolong Vemi selama BMI tersebut sakit.

Namun diam-diam agen dan majikan bersengkongkol menterminit Femi. BMI tersebut baru menyadari kontrak yang baru dijalaninya selama setahun itu ternyata telah diputus secara sepihak, saat ia keluar dari rumah sakit dan bermaksud pulang ke rumah majikan.
[ads-post]
Kini Femi dengan bantuan Maria, berencana menuntut majikan kurang ajar itu ke Labour Tribunal.

"Femi langsung setuju untuk menuntut majikannya ke Labour, supaya majikannya itu kapok memperlakukan BMI seperti itu, ternyata bukan kali ini saja majikan dan agennya itu sekongkol menterminit BMI saat sakit," kata Maria

Hukum Labour Hong Kong tidak memperbolehkan majikan menterminit pekerjanya yang menderita sakit, dengan catatan selama masih memiliki cuti sakit. 

Jika hal tersebut dilanggar, maka pekerja dapat menuntut majikannya itu ke Labour Tribunal dan melaporkan agen yang bersekongkol ke EAA, divisi agen dari Departemen Labour.

suaraHK

Derita Liver dan Darah Tinggi, TKW Indonesia di Hongkong Dipecat Majikannya Saat Masih Dirumah Sakit, Agen Juga Sekongkol Dengan Majikan

Diberdayakan oleh Blogger.
close