Jatmiko (53) salah seorang warga transmigran di kawasan Tiworo Kepulauan Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara tertangkap warga mencuri sapi. Tertangkapnya Jatmiko mencuri sapi bukan kali pertama, namun sebelumnya, telah lebih dari lima kali, Jatmiko melakukan aksi serupa.

Sunarto, tokoh masyarakat sekaligus kerabat di lingkungan Jatmiko yang mengantarkan Jatmiko ke pulau Jawa menuturkan , meskipun telah berkali-kali tertangkap warga mencuri sapi ternak warga, Jatmiko tidak pernah sama sekali dilaporkan kepada Polisi untuk proses hukum atas perbuatannya.

Pasalnya, kondisi Jatmiko yang diketahui oleh seluruh warga di kawasan transmigrasi tersebut membuatnya terbebas dari pelaporan ke pihak berwajib. Selain itu, setiap sapi yang dicuri oleh Jatmiko tidak dia jual, melainkan hanya dia ikat di pagar depan rumahnya dipajang berjejer-jejer sampai beberapa ekor.

Hal unik yang mengiris hati yang terjadi pada setiap insiden “pencurian Sapi” yang dilakukan oleh Jatmiko adalah setiap kali ditangkap basah warga dan diinterograsi, Jatmiko akan dengan serius mengatakan bahwa dia tidak mencuri Sapi, tapi hanya membawa tali sapi.

“Katanya kalau ditanya, yang dicuri bukan Sapi, tapi tali Sapi. Bagi yang tidak paham mungkin akan marah, atau tertawa terpingkal-pingkal mendengar. Tapi bagi yang telah paham, tentu akan teriris hatinya sebab Kang Jat tambah parah sakit pikirannya” beber Sunarto.

Sunarto menurutkan, awalnya Jatmiko hidup normal layaknya warga lain. Penyimpangan perilaku Jatmiko berawal saat usai anak sulungnya Yudi meninggal dunia tahun 2008 dan karena sekian tahun lamanya istrinya yang bekerja ke Hong Kong tidak pernah memberi kabar.

“Jadi, kang Jat (Jatmiko) itu dulu kalau tidak salah tahun 1997, mengantar istrinya yang ingin merubah nasib ke Hong Kong. Saat itu Kang Jat sudah menjadi warga transmigran di Muna. Jadi kang Jat mengantar istrinya ke Surabaya apa Sidoarjo apa Malang, persisnya kami tidak tahu. “ tutur Sunarto.
[ads-post]
Saat mengantarkan istrinya berproses ke sebuah PPTKIS, Jatmiko merelakan menjual dua ekor Sapi peliharaannya yang ukurannya masih belum dewasa. Hasil penjualan tersebut kemudian dia gunakan untuk biaya akomodasi dirinya dan istrinya dari Muna ke Jawa Timur.

“Begitu riwayatnya mas, mungkin mas Jat yang sejak 10 tahun belakangan diketahui masyarakat sudah menderita ling lung, ngambil sapi itu ada kaitannya dengan riwayat saat mengantar istrinya mau ke Hong Kong” lanjut Sunarto.

Berdasarkan sebuah KK usang, istri Jatmiko yang berangkat bekerja ke Hong Kong 22 tahun silam memiliki nama lengkap Muryanti, lahir pada 17 April 1973.

Tidak banyak hal yang bisa diungkap terkait dengan kronologi maupun penunjuk lain atas pencarian yang dilakukan Sunarto yang mewakili keluarga Jatmiko tersebut pasalnya, disamping keterbatasan data administratif yang mereka miliki, akses komunikasi yang nyaris tidak ada selain beberapa kali surat datang dan dikirim dari dan ke Hong Kong sampai tahun 2002 silam.

Dalam surat tersebut, Sayang sekali, kondisi amplop yang ditunjukkan Sunarto sudah sulit untuk dibaca. Satu-satunya amplop yang ditunjukkan oleh Sunarto, tertulis satu suku kata paling belakang berbunyi “Po” yang diduga kuat sebagai nama distrik dimana Muryanti tinggal di Hong Kong.

“Kami tidak bisa menunjukkan data-data atau keterangan lain mas, hanya ini yang kami punya dan kami ketahui. Termasuk PJTKI yang memberangkatkan, kami juga tidak ada yang tahu. Kang Jat hanya bisa menyebut nama PT nya ada Jaya nya. PT Jaya apa, kami tidak ada yang tahu” jelas Sunarto.

Besar harapan Sunarto, pesan pencarian ini akan sampai ke telinga dan penglihatan Muryanti sendiri sehingga diharapkan, Muryanti terketuk hatinya dan pulang untuk menemui suami dan kedua anaknya yang kini telah berkeluarga semuanya.

Saat ini, Sunarto yang singgah di rumah kerabatnya Jatisrono, Wonogiri usai mengantarkan Jatmiko berobat ke pengobatan Jiwa di sebuah pondok di Wonosobo Jawa Tengah atas rekomendasi beberapa kerabat dan sahabat.

“Mbak Mur, tolong kalau njenengan baca pesan ini, segera hubungi kami, bisa lewat mas . Mas Jat kondisinya memprihatinkan. Niken anakmu yang mbarep, sekarang ikut suaminya, sedangkan anakmu ragil Yudi sudah meninggal dunia. Suamimu kini kondisinya sakit pikirannya. Kang Jat sekarang sedang berobat di Wonosobo. Kang Jat pikirannya jadi seperti itu karena kehilangan njenengan. Pulang ya yuk Mur.” pesan Sunarto.

apakabar online

Depresi, Istri Yang jadi TKW Hong Kong Hilang Kabarnya Sejak tahun 2002, Jatmiko Berperilaku Aneh

Diberdayakan oleh Blogger.
close