SUARABMI.COM - Dalam aksi penangkapan yang digelar tadi malam, Selasa (26/02), Badan Imigrasi Nasional (NIA) Taiwan berhasil mengamankan sebanyak 22 pekerja migran ilegal di Taipei.

Dilansir dari media Taiwannews, pihak NIA Taiwan menyatakan bahwa puluhan warga negara asing yang ditahan adalah turis dan pekerja kaburan asal Vietnam.

Mereka dilaporkan bekerja secara ilegal di sebuah tempat pemotongan unggas di wilayah bagian utara Taiwan, menurut Badan Imigrasi Nasional Taiwan.

Pihak NIA Taiwan baru-baru ini menerima informasi bahwa ada sejumlah besar warga negara asing yang diduga bekerja secara ilegal di tempat pemotongan unggas yang berlokasi di Distrik Wanhua, Taipei.

Pejabat NIA Taiwan menduga bahwa mereka adalah sekelompok besar pekerja migran Vietnam, yang datang ke Taiwan dengan menggunakan visa wisata dan kemudian secara ilegal bekerja di Taiwan.

Di fasilitas itu, para pekerja migran ilegal ini diduga terlibat dalam penyembelihan, pembersihan, dan penanganan ayam dan bebek.

Tadi malam, setelah beberapa hari penyelidikan dilakukan lebih dari 100 petugas dari berbagai unit kepolisian Taiwan mendatangi lokasi tersebut.

Mereka berhasil menangkap 18 orang yang berstatus pekerja migran kaburan dan empat turis asal Vietnam yang telah memperpanjang masa berlaku visa mereka.

Laporan Taiwannews menyebutkan bahwa tempat pemotongan unggas tersebut +telah ditutup selama dua hari selama Festival Lentera berlangsung dan tempat itu juga akan kembali ditutup terkait dengan hari libur 228 Hari Memorial Perdamaian, akan tetapi besarnya permintaan pasar untuk pembelian unggas membuat pemilik tempat pemotongan unggas tersebut gelap mata.
[ads-post]
Akibatnya, pemilik tempat pemotongan unggas tersebut mengambil risiko dan mempekerjakan pekerja migran ilegal, baik pria maupun wanita.

Pemilik tempat pemotongan unggas dilaporkan mempekerjakan para pekerja migran asing ini pada shift malam yang bermula dari pukul 10 malam hingga pukul 6 pagi. Hal ini dilakukan sang pemilik tempat pemotongan unggas untuk mencoba menghindari deteksi dari pihak berwajib.

foto : taiwannews

Penyelidik menunjukkan bahwa lokasi tempat pemotongan unggas itu menempati area yang luas dan dekat dengan rute transportasi utama.

Sebelum penggerebekan di gudang, petugas berwenang ditempatkan di berbagai titik di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah pekerja melompati dinding dan bergegas kabur ke jalan raya.

Di dalam tempat pemotongan unggas terdapat sejumlah ruangan bersekat yang dipenuhi dengan darah juga bulu ayam dan bebek.

Di lantai pertama, inspektur mengatakan bau busuk tercium sangat kuat, dan bangunan itu dipenuhi dengan peralatan pembantaian dan alat pemotong.

Sedangkan di lantai dua, pihak NIA Taiwan menemukan barisan bangkai ayam yang tak berujung di pengait yang menunggu proses penanganan lebih lanjut.

Khawatir para pekerja akan melarikan diri dengan panik dan membahayakan keselamatan mereka, total 119 petugas kepolisian dikerahkan dalam operasi tersebut.

Bagian dari tim pertama mengamankan lokasi di luar tempat pemotongan unggas sebelum yang lain bergegas masuk untuk menangkap para tersangka.

Pihak NIA Taiwan secara aktif mempromosikan kebijakan untuk mendorong pekerja migran ilegal untuk menyerahkan diri dalam jangka waktu tertentu dengan imbalan hukuman yang lebih ringan.

Terhitung dari tanggal 1 Januari hingga 30 Juni tahun ini, mereka yang menyerahkan diri hanya akan menghadapi denda NT $ 2.000 dan tidak akan ditahan atau menghadapi hukuman tambahan, dan periode dimana mereka dilarang memasuki kembali negara Taiwan akan berkurang atau lebih sedikit.

Namun, bagi pekerja migran yang ditangkap pihak berwenang Taiwan maka mereka akan ditahan, diharuskan membayar denda yang lebih mahal dan akan dilarang masuk kembali ke Taiwan untuk jangka waktu yang lebih lama.

taiwannews, indogo

22 Pekerja Kaburan Ditangkap Polisi Dari Tempat Pemotongan Unggas Di Taipei Taiwan, Apes Mas Mbak

Diberdayakan oleh Blogger.
close