SUARABMI.ID - Fenomena kabut tebal dan tingginya tingkat pencemaran udara dilaporkan kembali melanda beberapa kota yang terletak di wilayah bagian selatan Taiwan.

Penduduk yang bermukim di Kaohsiung, Tainan dan daerah sekitar kota dan prefektur wilayah selatan Taiwan melaporkan kualitas udara yang buruk akibat polusi udara yang kian meningkat selama musim dingin berlangsung.

Masalah ini telah menjadi perhatian khusus otoritas pemerintah Taiwan karena indikator pemantauan kualitas udara di wilayah tersebut telah menyala di zona merah, yakni kualitas udara yang cukup buruk bagi kesehatan warga masyarakat setempat selama beberapa hari sebelumnya.

Media CNANews melaporkan kondisi difusi atau penyebaran partikel udara yang buruk termasuk kecepatan angin yang melambat menyebabkan kabut asap tetap bertahan di wilayah bagian selatan Taiwan.

Dilansir dari media Taiwannews pada hari Kamis (24/01), sejak pagi hari, terdapat total sebanyak 18 stasiun pemantauan kualitas udara yang terus memancarkan peringatan di zona merah, menunjukkan kualitas udara yang sangat tidak sehat.
[ads-post]
Jaringan pemantauan Indeks Kualitas Udara Taiwan (AQI) mengukur jumlah partikel yang tersuspensi, termasuk PM2.5, dan gas berbahaya di udara per meter kubik. Indikator udara ini kemudian memberikan peringkat masing-masing stasiun di seluruh wilayah Taiwan mulai dari zona aman hingga ke tingkat kualitas udara yang patut diwaspadai.

Apabila indikator pemantauan kualitas udara menyala di zona merah, hal ini menandakan tingkat polusi udara yang terjadi sangat tinggi dan orang-orang yang bermukim di daerah tersebut akan mulai mengalami efek buruk terhadap tingkat kesehatan mereka serta membawa dampak yang lebih serius bagi kelompok sensitif, seperti lansia, ibu hamil, anak-anak dan warga yang mengidap penyakit kronis.

Adapun stasiun pemantauan di distrik Qiaotou, kota Kaohsiung melaporkan nilai AQI tertinggi yakni pada angka 166 pada pukul 12:00 siang hari Kamis (24/01).

Daerah tersebut secara teratur menempati peringkat teratas sebagai bagian dari daerah dengan kondisi polusi udara terparah di Taiwan.

Selain wilayah daratan, penduduk yang bermukim di daerah kepulauan Kinmen pada saat ini juga mengalami masalah kesehatan dampak dari tingginya polusi udara yang terjadi.

Memerangi polusi udara adalah salah satu janji kunci dalam kampanye pemilihan walikota Kaohsiung Han Kuo-yu pada tahun lalu.

Kelompok konservasi lingkungan di Taiwan telah menegur walikota Kaohsiung karena beliau dinilai masih gagal memberikan solusi yang layak untuk masalah ini.

Sementara aksi unjuk rasa dan protes mengenai tingginya polusi udara yang terjadi di wilayah bagian tengah dan selatan Taiwan dilaporkan masih terus berlangsung sepanjang tahun lalu.

Polusi Udara Di Wilayah Tengah Dan Selatan Taiwan Kian Meningkat, Gunakan Masker Saat Berpergian!

Diberdayakan oleh Blogger.
close