SUARABMI.COMSulistyah, potret salah satu pahlawan devisa yang menjadi korban tabrak lari, telah empat tahun lebih terbaring lumpuh tanpa daya tanpa tempurung kepala.

Mantan pekerja migran Indonesia di Taiwan, Sulistyah (45) sudah empat tahun lebih berbaring lumpuh di rumahnya, Desa Kedung Banteng, Kecamatan Bakung, Blitar, dengan ditemani adik dan anak laki-laki satu-satunya.

Berangkat melalui PT Dharmakarya Raharja, Tangerang pada tahun 2014 dan bekerja sebagai perawat pasien di kota Taichung, Taiwan. Namun takdir menentukan lain, Sulis, demikian ia dipanggil, menjadi korban tabrak lari ketika sedang keluar rumah.

Akibat kecelakaan tersebut, ia sempat dirawat di RS Zhong Shan, Taichung. Mungkin dikarenakan benturan yang keras saat terjadinya kecelakaan, pihak RS mengambil organ yang ada didalam perut untuk "dipindahkan" ke kepalanya.
[ads-post]
Beberapa bulan dalam perawatan tidak banyak mengalami perubahan, akhirnya Sulis dibawa pulang ke Indonesia dan dirujuk ke RS Dr. Soetomo Surabaya yang kemudian tidak berapa lama dirawat, Sulis dibawa pulang ke rumahnya.

Sehari-harinya ia hanya mengkonsumsi susu yang direkomendasi oleh dokter melalui selang hidung sehingga ia mampu bertahan hidup hingga sekarang.

Kondisi badannya sehat, hanya saja berat badannya makin lama makin menurun dan semakin kurus juga kondisinya makin lemah.

"Tempurung kepala bagian kiri makin lama makin ambles masuk ke dalam bahkan bisa dinyatakan sudah tidak ada tempurung kepala lagi, "jelas Anton yang melihat langsung keadaan Sulis.

sumber: lbmi

Korban Tabrak Lari di Taiwan, TKW asal Blitar Ini Empat Tahun Hidup Tanpa Tempurung Kepala dan Semakin Memprihatinkan

Diberdayakan oleh Blogger.
close