SUARABMI.ID - Bekerja pada majikan kejam yang membuat Anda tidak nyaman dan stres adalah tantangan tersendiri. Namun, tak perlu terburu-buru mengundurkan diri.

Memiliki majikan kejam tak selalu berefek negatif. Orang yang pernah punya bos kejam malah lebih mungkin menjadi pemimpin yang baik. Kok bisa ?

Penelitian dalam Journal of Applied Psychology menyelidiki bagaimana mengalami “penyalahgunaan dan penganiayaan” dari pemimpin organisasi terkemuka memengaruhi perilaku pemimpin di tingkat bawah.

Pemimpin penelitian Shannon Taylor, Profesor UCF College of Business mengatakan, pegawai yang pernah diperlakukan buruk oleh atasan mereka akan memutuskan tidak mengulangi hal serupa pada bawahan mereka. Pengalaman buruk ini ketika dijadikan pembelajaran akan menguntungkan bagi diri sendiri.

Peneliti mengamati perbedaan dalam sikap dan perilaku para supervisor, baik yang mendapat perlakuan buruk dari atasan atau tidak. Kata Shannon, beberapa karyawan yang mendapat perlakukan buruk tidak mengulangi pola itu dengan bawahan mereka sendiri dan menjadi pemimpin luar biasa.

Menukil The Balance Career, dalam buku Good Boss Bad Boss oleh Robert Sutton tertulis jajak pendapat Gallup telah menemukan 75 persen karyawan menyebutkan supervisor mereka sebagai penyebab stres nomor satu di tempat kerja.

Jajak pendapat Gallup menyurvei lebih dari 100 ribu responden menemukan atasan langsung memiliki lebih banyak pengaruh pada kinerja mereka daripada perusahaan tempat mereka bekerja.

Peran atasan tentu sangat penting di tempat kerja, sehingga mudah melihat bagaimana bos buruk dapat memiliki dampak sangat negatif dalam organisasi, dan menyebabkan tingginya tingkat perputaran karyawan atau masalah lain.

Bila saat ini Anda punya bos kejam, lihatlah ini sebagai kesempatan untuk menjadi atasan lebih baik di kemudian hari. Selain itu, memiliki bos kejam mungkin memberikan kemungkinan, misalnya membangun karakter dan memupuk ketahanan.

Bos kejam mungkin sering bilang apa yang Anda kerjakan salah, memberikan banyak revisi, membuat Anda sering lembur, dan menjalani hari penuh tekanan. Namun, ingatlah bahwa semua itu nantinya akan membuat Anda lebih kuat.
[ads-post]
Anda pun akan memiliki kesempatan mengamati bagaimana atasan menangani situasi dan belajar bagaimana cara melakukannya lebih baik.

Bos berperilaku buruk tidak akan meluangkan waktu untuk memberikan bantuan atau arahan, dan mereka pasti tidak akan repot-repot untuk bermurah hati dalam memberikan pujian dan dorongan kepada karyawan.

Ini akan membantu Anda untuk menjadi termotivasi, menumbuhkan rasa bertanggung jawab kepada diri sendiri atas keberhasilan dan kegagalan. Bila terlalu stres di kantor, cobalah meminta dukungan dari orang-orang terdekat agar tidak melulu merasa sedih.

Bila bos sering emosional pada hal-hal remeh, penting untuk mengetahui kapan harus membela diri dan kapan harus membiarkan sikapnya begitu saja. Anda akan belajar untuk fokus pada sasaran besar dan bagaimana meminimalkan konflik dalam organisasi

Belajar berkompromi dan tetap tenang di bawah tekanan adalah keterampilan penting yang harus Anda dapatkan.

Pada akhirnya nanti Anda bisa mengingat apa saja pelajaran yang didapatkan, soal belajar hal baru, lebih teliti, disiplin, bisa melewati tantangan dan situasi sulit, komunikasi lebih baik, serta mampu membuktikan pada diri sendiri bahwa Anda bisa bekerja keras.

Bertahan dengan majikan kejam

Sudah tahu stres, mengapa orang bertahan dengan bos kejam? Ada banyak alasan mengapa pekerja tidak segera mengundurkan diri.

Menurut penjelasan Harvard Business Review, paling umum karena tidak punya tenaga untuk mencari pekerjaan baru.

Alasan lain memang karena orang menyukai pekerjaan, butuh penghasilan, tidak ada pekerjaan lain lebih baik, tidak ingin kehilangan fasilitas, serta tidak memiliki keterampilan untuk mendapatkan pekerjaan berbeda.

Orang-orang mengalami situasi stres tinggi sering menderita kelelahan emosional, ini berdampak pada kekurangan energi untuk keluar dari penderitaan dan mencari pekerjaan baru.

Belum lagi, pekerja akan merasa sudah berusaha keras untuk menjaga apa yang telah dikerjakan selama bertahun-tahun, seperti kenaikan gaji, status, stabilitas, senioritas, koneksi sosial, dan semua keuntungan lain.

Perihal stresnya bekerja dengan bos kejam adalah bagaimana cara pekerja menghadapinya. Agar tidak terlalu tertekan hingga menyebabkan stres, jangan biarkan perilaku buruk atasan memengaruhi pekerjaan.

Ketika berhadapan dengan bos tidak kompeten, kadang-kadang hal terbaik adalah membuat beberapa keputusan kepemimpinan sendiri. Ini bisa dilakukan bila Anda tahu persoalan yang tengah diselesaikan dengan cukup baik, tetapi pastikan semuanya diketahui atasan Anda agar tidak dianggap meremehkan.

Jangan Buru-Buru “nge-break”, Begini Keuntungan Punya Majikan “Kejam”

Diberdayakan oleh Blogger.
close