SUARABMI.COM - Hongkong akan butuh banyak pekerja domestik termasuk dari Indonesia. Kebutuhan tersebut disebabkan karena cepatnya proses penuaan umur masyarakat Hong Kong. 

Berdasarkan proyeksi pemerintah, jumlah penduduk Hong Kong usia 65 atau yang lebih tua akan meningkat dari 1.16 juta di tahun 2016 ke 2.37 juta di 2036 nantinya.

Menurut Sekretaris pekerja dan Kesejahteraan Hong Kong Dr Law Chi-kwong mengatakan, “dengan menuanya populasi masyarakat, kita telah memproyeksikan meningkatnya jumlah pekerja domestik menjadi 600 ribu pada 30 tahun ke depan”, diterangkan pada konferensi pers di Jakarta Minggu 22 Januari lalu.

Saat ini, terdapat 380 ribu pekerja migran yang berada di sektor pekerja domestik dan caregiver di Hong Kong. Diantaranya, 165 ribu pekerja atau 43 persennya adalah dari Indonesia. Kemudian, yang menjadi perhatian penting pemerintah Hong Kong ialah penguatan kerjasama antara pemerintah Indonesia untuk melakukan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan pekerja migran.
[ads-post]
Sejak September 2018 lalu, pemerintah Hong Kong telah meningkatkan upah minimum pekerja migran Indonesia  dari 4,410 ke 4,520 Hong Kong Dollars. 

Melalui upah minimum kerja yang telah diterapkan pemerintah, pekerja terkadang menerima 30-50 persen gaji lebih banyak dari perusahaan. Pekerja migran di Hong Kong tidak dibebankan pajak pendapatan, dan menurut hukum Hong Kong, pekerja memiliki legalitas yang sama dengan penduduk asli negara tersebut.

Sebagai catatan, “Tapi sebagai pekerja migran yang ingin merantau  dengan tidak ada dukungan dari keluarga atau teman, maka harus mendapatkan perlindungan ekstra. Selanjutnya pihak agensi juga harus memperbaiki kualitasnya”. Perlindungan dan kesejahteraan pekerja merupakan aspek terpenting untuk selalu diperhatikan dan selalu diperbaiki baik itu pemerintah Indonesia maupun Hong Kong.

Selama mengunjungi Indonesia, Dr Law terjadwal untuk bertemu dengan menteri Ketenagakerjaan Hanif  Dhakiri (BNP2TKI), asosiasi agensi, juga pihak pelatih pekerja pra keberangkatan untuk saling mendiskusikan pandangan-pandangannya dan sebagai penguat hubungan perlindungan pekerja migran Indonesia di Hong Kong.

Hong Kong Akan Butuh Banyak Pekerja Migran, Mantan Kaburan Taiwan Mending ke Hongkong Daripada Ngeyel ke Taiwan

Diberdayakan oleh Blogger.
close