SUARABMI.COM - Pencarian korban terakhir insiden jembatan runtuh di Nanfang'ao Taiwan hingga saat ini masih berlangsung dimana saat jenazah korban belum ditemukan yaitu Romulo Escalicas asal Filipina.

3 korban asal Indonesia, yaitu Wartono asal Cirebon, Ersonah asal Indramayu dan Muhammad Domiri asal Pemalang sudah ditangani oleh KDEI untuk selanjutnya adalah pemulangan jenazah dan pemenuhan hak - haknya.

Baik korban meninggal maupun luka, semua akan mendapat kompensasi dari Taiwan International Ports Corporation Ltd. (TIPC).
[ads-post]
Menurutnya, korban meninggal akan mendapat kompensasi atau bantuan sebesar NT$ 5juta atau setara dengan 2,27 Milyar rupiah 2 yang akan diserahkan kepada keluarga dari setiap nelayan migran yang meninggal.

Sementara 10 korban yang mengalami luka - luka termasuk sembilan nelayan migran dan satu pengemudi truk tangki Taiwan akan menerima kompensasi antara NT $ 10.000 dan NT $ 36.000, sesuai luka yang diderita. Dari 4 korban luka warga Indonesia adalah Winanto mengalami cidera kepala, Danang mengalami cidera patah tangan, serta Supandi dan Miswan mengalami cidera ringan.

Perwakilan Indonesia untuk Taiwan, Didi Sumedi, mengatakan kepada CNA bahwa kantornya masih berusaha untuk melakukan kontak dengan keluarga mereka yang terkena dampak peristiwa Selasa untuk menawarkan mereka bantuan.

SUARABMI.COM - Berharap ibunya pulang, itulah impian Ayu Puspita yang saat ini tinggal sendirian dirumahnya karena sang kakek dan neneknya sudah meninggal dunia.

Tinggal sendirian dalam status lajang membuatnya was was dan merindukan sosok ibunya yang sudah puluhan tahun tidka pulang.

Ibunya bernama Jumiati binti Mamik Slamet, Asal Nailan Ponorogo Jawa Timur. Jumiati dulu adalah TKW Singapura dan pindah ke Taiwan hingga saat ini sudah 15 tahun.
[ads-post]
Salah satu saudaranya menghubungi redaksi suaraBMI untuk mengunggah hal ini berharap ibunya membaca dan pulang kerumah.

"Buk pulango buk, aku sendirian dirumah, aku sering ketakutan, dirumah gak asa siapa - siapa buk" Ujar Ayu Puspita sebagaimana dikatakan saudaranya.

SUARABMI.COM - Hari ini (29/9) ada informasi bahwa akan ada demo ditiga lokasi berbeda. Hal ini adalah rangkaian aksi menuju aksi 1 Oktober besuk lusa yang diperkirakan juga akan sangat besar.

Lokasi pertama yang disebut akan melibatkan masa dalam jumlah paling besar adalah di kawasan Causeway Bay hingga Central.

Panitian menyebut akan melakukan aksi longmarch dengan titik kumpul di Sogo Causeway Bay pada siang hari ini.

Dari Sogo, nantinya mereka akan bergerak ke kawasan Central dengan jalan kaki dimana Central adalah pusat pemerintahan Hongkong.
[ads-post] 
Aksi kedua akan dilaksanakan oleh kalangan pelajar di Tsuen Wan Hong Kong, bertempat di Tsuen Wan Park, mereka akan melakukan aksi pada pukul 14:00 siang hari ini.

Aksi ketiga tidak disebutkan akan dilakukan di mana, aksi ini dinamakan  “Festival Windoow Walk Shopping Day” dimana peserta aksi akan memadati mal-mal strategis tanpa berbelanja.

Mengingat situasi yang tidak kondusif, untuk BMI Hongkong diharapkan kewaspadaannya dan menghindari lokasi - lokasi yang menjadi sasaran demo. 

Semoga kita semua yang berada di Hongkong diberi keselamatan dan dijauhkan dari kerusuhan hingga bisa bekerja dengan tenang. Jangan membahayakan diri sendiri dengan ikut - ikutan demo. 
Diberdayakan oleh Blogger.
close