Loading...

SUARABMI.ID - Dalam 2 hari ini setidaknya ada 2 kasus seorang PMI/ BMI swasta Taiwan yang menyerahkan diri dan ingin pulang namun terganjal kasus hukum di Taiwan.

Pasalnya sang majikan resmi yang tak terima pembantunya kabur, membuat laporan ke Polisi dengan tuduhan mencuri dan hal ini sudah lazim dilakukan oleh para majikan untuk mempersulit jalan pembantunya saat ingin pulang.

Kasus pertama dialami oleh TKW Indonesia dimana ia kabur karena akan diperk0sa majikannya dan majikan membuat laporan kalau pembantunya telah mencuri celana sebelum kabur. 

[ads-post]
Nah berselang 2 hari yaitu hari ini (20/01), seorang TKW asal Vietnam yang menyerahkan diri melalui mbok cikrak juga mengalami hal yang sama.

Ia dituduh mencuri barang milik majikannya padahal ia dikasih bukan mencuri. Hal ini dilakukan majikan untuk mempersulit jalan TKW yang telah bekerja dimajikan itu selama 9 tahun kurang 3 bulan.

Ia kabur karena butuh banyak uang dan kontraknya tinggal 3 bulan, suaminya sakit kanker dan anaknya 4 harus ia biayai.

Mendapat banyak kasus seperti ini, mbok Cikrak yang getol membantu kaburan menyerahkan diri pun memberikan pesan penting kepada sahabat BMI terutama yang swasta.

"Untuk teman - teman swasta pesan saya jika terpaksa kabur dari rumah majikan, seandainya dikasih HP, dikasih baju, celana atau bahkan apapun jangan mau" Pesannya.

Jika swasta tanpa kasus apapun, maka mbok Cikrak bisa memulangkannya hanya dalam waktu singkat, 2 hari sudah bisa pulang ke Indonesia dengan bonus bagasi yang besar hingga 100kg.

SUARABMI.ID - Seorang TKW Taiwan yang berasal dari Jepara mengadu kepada redaksi suara BMI atas sikap kekasihnya yang tak mau tanggung jawab atas bayi yang kini baru lahir dan dirawat di NICU salah satu rumah sakit di Taipei.

Sang ibu yang berstatus swasta ini bingung karena biaya rumah sakit yang besar namun dari sang ayah dari bayi yang tidak ada itikad baik untuk membantu pembiayaan dan tanggung jawab.

Sang ibu yang memang kesulitan menghubungi ayah dari bayinya meminta redaksi mengangkat berita ini dengan harapan sang ayah dari bayi yang bernama AM sadar dan mau membantu dan menengok buah hatinya yang dibuat tidak sengaja.

"Dia bekerja di Fengyuan Erlin, dia sudah menghamili saya tapi tidak mau bertanggung jawab, malah semalam teriak lantang ke saya dan pergi meninggalkan saya dengan rasa sakit diperut" Kata Wanita kelahiran kota ukir Jepara berinisial KN ini.

Bahkan KN mengaku sewaktu masih pacaran dulu, uangnya banyak yang dibawa oleh AM. "Sedangkan uang saya juga dibawa sama dia, diminta malah aku diblokir semua" Tutur KN.
[ads-post]
Menurut KN, kekasihnya yang berasal dari Banjarnegara ini tidak mau bertanggung jawab sejak bayinya masih dalam kandungan, saat liburpun tak pernah menyempatkan diri untuk menjenguknya.

KN kini harus menganggung biaya persalinan yang besar dan biaya rawat anaknya yang juga tinggi karena berada di NICU, ruang ICU khusus untuk bayi.

"Saya bolak bali ke rumah sakit karena di NICU gak bisa ditungguin, sehari 2x saya kesana. Biaya juga saya sendiri yang pikirkan, kemarin melahirkan saja dia cuman kasih uang NT$5000 padahal biaya lahiran mencapai NT$30.000" Ujar KN.

KN berharap AM tanggung jawab atas biaya anaknya, KN tidak meminta AM menikahinya karena KN tahu AM dirumah sudah berkeluarga. "Peduli sama anak dan tanggung jawab sama anak jangan seenaknya" Pintanya.

*Disclaimer
Berita ini sepenuhnya diunggah atas permintaan dari yang bersangkutan, redaksi tidak bertanggung jawab atas hal yang terjadi diluar pemberitaan ini.

SUARABMI.ID - Nasib mujur gaes dialami oleh salah seorang pekerja migran Taiwan yang bekerja di sebuah pabrik dikawasan Chiayi Taiwan, hobinya membeli lotere Jinchai 539 kini membuahkan hasil yang laur biasa.

Pasalnya, pekerja asal Thailand yang sudah 3 tahun rutin membeli lotere ini memenangkan hadiah sebesar 8 juta NT atau jika dirupiahkan setara dengan 3,6 milyar.

Kita tahu, banyak sekali yang suka dengan lotere ini bahkan tidak sedikit para TKI yang juga ikut main ini, namun yang menang besar dari kalangan TKI belum ada, menangnya kecil - kecilan.

Pekerja migran itu pada tanggal 13 kemarin pergi membeli lotere di Tailin Street, Chiayi City, membeli  Jinchai 539 hanya dengan NT$50 saja dan menghabiskan NT$200 untuk membeli lotere lainnya, Le Hecai.
[ads-post]
Dilansir suaraBMI dari Chinatimes, selain memenangkan Jinchai 539, ia juga memenangkan hadiah pertama senilai 800ribu NT dan lotere 39 memenangkan puluhan ribu NT.

Pekerja itu mengatakan akan kembali ke negaranya dan akan membeli rumah sebagai rasa sukur atas kemenangannya dan berhenti menjadi tenaga kerja migran lagi.

Pemilik toko lotere mengatakan bahwa pekerja migran Thailand itu adalah pelanggan lamanya. Sehabis bekerja, ia sering datang mengajak sekitar 2 atau 3 rekannya untuk membeli tiket lotre. Sudah hampir 3 tahun ia berlangganan. Ia sangat beruntung bisa memenangkan hadiah besar.
Diberdayakan oleh Blogger.