SUARABMI.COM - Seorang wanita tertangkap kamera sedang memperlakukan seorang wanita tua di atas kursi roda di Geylang Bahru Market and Food Center pada Sabtu malam (29 Juni).

Kedua wanita itu ditemani oleh seorang lelaki tua yang diyakini sebagai suami dari wanita berkursi roda.

Stomper Elizabeth, yang duduk beberapa meja jauhnya dari grup, menyaksikan kejadian tersebut sekitar jam 19:15 dan menyumbangkan video ke Stomp.

"Mereka sudah ada di sana ketika saya tiba di pusat jajanan dengan suami saya. Kebetulan aku melihat wanita itu menggerakkan pipi wanita tua itu dengan cukup agresif. Dia lalu menekuk jari wanita tua itu ke belakang dan menjepit tangannya. Saat itulah aku mulai merekam. Kamu bisa melihat wanita itu mencubit p4yudara wanita tua itu. Aku mengamati mereka dari jam 19.16 sampai 19.22 ketika mereka pergi." Kata Stomper Elizabeth.
[ads-post]
Video dimulai dengan wanita berkacamata berulang kali mendorong pipi wanita tua itu. Dia kemudian terlihat memberi minum air wanita tua itu dengan mendorong botol plastik ke mulutnya dan menekan pipinya, sebelum menyeka mulutnya dengan kertas tisu.

Wanita itu kemudian terlihat mendorong jari-jarinya ke mulut wanita tua itu beberapa kali, tampaknya untuk mengelap makanan.

Elizabeth mengatakan kepada Stomp: "Wanita itu mencongkel makanan dari mulut wanita tua itu, tetapi cara dia melakukannya terlalu kuat dan tidak dapat diterima. Wanita tua itu duduk setenang tikus, tidak ada suara dan tidak ada teriakan, dengan hanya ketakutan di matanya. Suaminya mengerutkan kening dan tampak stres. Jika wanita itu berani melakukan ini di depan umum, bayangkan wanita tua yang rentan ini di rumah." Ungkapnya

Prihatin dengan dampaknya, Elizabeth mengatakan dia tidak menegur langsung wanita itu. Namun, dia kemudian memanggil polisi untuk melihat apakah dia bisa mengajukan laporan.

"Polisi mengatakan bahwa jika saya memanggil mereka ketika kelompok itu masih berada di tempat kejadian, mereka bisa turun untuk memeriksa. Mereka juga mengatakan lebih baik bagi keluarga wanita tua itu untuk membuat laporan polisi, yang saya mengerti" Ungkap Elizabeth 

Karena itu, Elizabeth memutuskan untuk membagikan video tersebut secara publik, menambahkan: "Video itu berbicara sendiri. "Aku tidak ingin ini terjadi pada orang tuaku." Ungkapnya

Cucu pasangan itu kemudian keluar untuk mengutuk pembantu itu. Berbicara kepada Stomp, cucu perempuan itu menyebut tindakan pembantu itu “Gila.

Mengungkap bahwa dia mengajukan laporan polisi terhadap pembantunya pada hari yang sama ketika insiden itu terjadi, cucunya mengungkapkan bahwa keluarganya telah memecat pembantu itu. Karena mereka juga  menemukan luka memar pada kakeknya.

SUARABMI.COM - Bekerja berurusan dengan mesin memang penuh resiko walaupun secanggih apapun mesin itu, resiko pasti ada saat kita tidak konsentrasi dan lengah.

Seperti yang dialami oleh Andika Prasetyo, baru 6 bulan ia bekerja di Pabrik Sperpart Yamaha Taoyuan, Shen Ching, TKI asal Pati ini harus merasakan sakitnya tergencek mesin.

Akibat insiden ini, jari manisnya patah, dan telapak tangannya mengalami kerusakan saraf hingga harus dilakukan operasi.
[ads-post]
Saat ini, Andika yang berangkat dari PT. Indo Duta Sembada ini dirawat di rumah sakit Chang Gung Hospital pasca operasi yang dilakukan oleh dokter untuk menyembuhkan lukanya.

Bagi sahabat BMI yang bekerja dengan alat berat dan mesin, diharapkan hati - hati dan jangan melamun, karena musibah bisa datang kapan saja.

Untuk Andika, semoga segera pulih dan dapat bekerja kembali seperti sediakala dan mendapatkan hak - haknya selama ia tidak bisa bekerja.

Motif pelaku mutilasi Budi Hartanto (28) warga asal Mojoroto, Kota Kediri akhirnya terungkap. Aris Sugianto atau AS (34), warga Desa Mangunan, Kacamatan Udanawu, Kabupaten Blitar mengaku sakit hati karena setelah berh*bungan b*dan, korban tidak diberi uang oleh Aris.

"Jadi korban dan tersangka AS ini merupakan pacar sesama jenis," ungkap Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Toni Harmanto, Senin (15/4/2019).

Toni menambahkan, korban dan tersangka Aris sudah berh*bungan b*dan atau becinta selama tiga kali di setelah pacaran. Dan setiap kali selesai berh*bungan b*dan, tersangka Aris selalu memberikan uang.

"Nah, pada saat itu, korban minta uang setelah berh*bungan b*dan, tapi tidak dikasih oleh tersangka Aris," beber Toni.
[ads-post]
Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiyono membeberkan, berh*bungan b*dan sesama jenis terakhir yang dilakukan korban dan tersangka Aris yaitu di warung milik Aris di Jalan Surya, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

"Karena tidak diberi uang, korban marah-marah dan memaki tersangka AS hingga didengar tersangka AJ," tambah Gupuh.

Dari cek cok itulah, korban akhirnya dibunuh dan dimutilasi oleh kedua tersangka menggunakan parang yang ada di warung tersebut. Kepala korban juga dipenggal di warung tersebut dan akhirnya dibuang terpisah dengan tubuhnya.

Kepala korban dibungkus tas plastik dan dibuang di Sungai Desa Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sedangkan tubuh korban korban dimasukkan koper dan dibuang ke bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Setelah mayat dalam koper ditemukan warga, tim gabungan yang dipimpin Kasubdit Jatanras Polda Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku setelah 9 hari penyelidikan.

jatimnow
Diberdayakan oleh Blogger.
close